Senin, 12 Mei 2008
KeMerDeKaaN SeJaTi
Kemerdekaan bermakna menetapkan (eksistensi)
Memaknai kemerdekaan bukanlah dengan berlaku bebas
Memilih Takdirmu adalah sesuatu kemerdekaan sejati:
personafikasi kemerdekaan sejati adalah berserah diri kepada realitas tertinggi
dan manifestasi berserah diri merupakan kepatuhan untuk mengikuti dan menerima
maka;
Kepasrahan+Ketaatan = ISLAM
IsLaM adalah kemerdekaan sejati
Memaknai kemerdekaan bukanlah dengan berlaku bebas
Memilih Takdirmu adalah sesuatu kemerdekaan sejati:
personafikasi kemerdekaan sejati adalah berserah diri kepada realitas tertinggi
dan manifestasi berserah diri merupakan kepatuhan untuk mengikuti dan menerima
maka;
Kepasrahan+Ketaatan = ISLAM
IsLaM adalah kemerdekaan sejati
TakdirMu
Takdir itu dari Allah,
Semisal 'tidak tahu' maka suratan takdirmu tetap tidak akan dituliskan oleh orang lain,
Secara engkau mengetahui maka dirimu sendirilah yang akan menuliskannya.
Semisal 'tidak tahu' maka suratan takdirmu tetap tidak akan dituliskan oleh orang lain,
Secara engkau mengetahui maka dirimu sendirilah yang akan menuliskannya.
mEmAhAmi
sE-seOrang yang menyatakan dirinya memahami segala sesuatunya,
dialah orang yang tidak memahami apa-apa!
dialah orang yang tidak memahami apa-apa!
Minggu, 11 Mei 2008
OrAnG yG berAkAL
SESUNGGUHNYA ORANG YANG BERAKAL ADALAH ORANG YANG MAMPU MELIHAT AKIBAT-AKIBAT.
DAN MEMAHAMINYA SEBAGAI HAKIKAT DALAM RASIONALITAS GAMBARAN REALITAS.
DAN MEMAHAMINYA SEBAGAI HAKIKAT DALAM RASIONALITAS GAMBARAN REALITAS.
PelaYan
"Jika seseorang menghabiskan harinya dengan tidak memikirkan kesejahteraan masyarakatnya atau tidak berbuat apapun untuk masyarakat maka ia bukan seorang Muslim."
(Hadits Nabi saw)
Wahai saudaraku...
Mulailah untuk meninggalkan kesibukan "melayani diri sendiri"
Mulailah untuk menjadi pelaYan bagi orang lain,
tetapi sebelumnya yakinilah dirimu sendiri
Bahwa engkau melakukan itu bukan untuk popularitas
Tetapi demi Tuhan Semesta Alam.
Sepatutnya engkau lakukan itu
Sebab engkau adalah wakil-Nya di Alam ini.
Sebagai seorang Muslim.
(Hadits Nabi saw)
Wahai saudaraku...
Mulailah untuk meninggalkan kesibukan "melayani diri sendiri"
Mulailah untuk menjadi pelaYan bagi orang lain,
tetapi sebelumnya yakinilah dirimu sendiri
Bahwa engkau melakukan itu bukan untuk popularitas
Tetapi demi Tuhan Semesta Alam.
Sepatutnya engkau lakukan itu
Sebab engkau adalah wakil-Nya di Alam ini.
Sebagai seorang Muslim.
Selasa, 29 April 2008
diaLogis HaTi.
Seumpama dipilih yang utama,
dia bersemayam dalam rongga
padanya bermuara semua indera
selayaknya mengemas semua ambisi dan hikmah
yang membuka ketenangan dan kegelisahan.
engkaulah dapur segala rasa
tempat mengolah segala tujuan
berusahalah untuk menakar dan meramu fitrah-mu
Duhai yang lembut..
tak berupa tak dapat diraba
tempat berumah jati diri dan hakikat
sejauh mana engkau telah meninjau maqam-mu
Sesuatu tidak berwujud...
pendukung dan penyimpan segala niat
engkaulah pelita wujud manusia
dijalan harapan ditujuan yang berkabut
bertumpulah perlawanan pada godaan-mu
duhai tempat segala rahasia..
yang mengemas segala makna
sudahkah kau menyesali diri
diruang yang paling dalam pada pengetahuan kalam
semakna-mu berteman dengan akal
yang mengantarkan segala sifat
secara mengabdi pada ketentuan
adakah bayangan kembali pada sikap...sekali lagi sikap;
untuk membebaskan arti dari kesalahan
dia bersemayam dalam rongga
padanya bermuara semua indera
selayaknya mengemas semua ambisi dan hikmah
yang membuka ketenangan dan kegelisahan.
engkaulah dapur segala rasa
tempat mengolah segala tujuan
berusahalah untuk menakar dan meramu fitrah-mu
Duhai yang lembut..
tak berupa tak dapat diraba
tempat berumah jati diri dan hakikat
sejauh mana engkau telah meninjau maqam-mu
Sesuatu tidak berwujud...
pendukung dan penyimpan segala niat
engkaulah pelita wujud manusia
dijalan harapan ditujuan yang berkabut
bertumpulah perlawanan pada godaan-mu
duhai tempat segala rahasia..
yang mengemas segala makna
sudahkah kau menyesali diri
diruang yang paling dalam pada pengetahuan kalam
semakna-mu berteman dengan akal
yang mengantarkan segala sifat
secara mengabdi pada ketentuan
adakah bayangan kembali pada sikap...sekali lagi sikap;
untuk membebaskan arti dari kesalahan
Sabtu, 26 April 2008
MaAFkanLaH...
Wahai Sahabat...
Maafkanlah setiap kesalahan...
Jadilah pemaaf kepada siapapun...
Jangan pernah untuk tidak memberi maaf pada manusia.
Sebab sama saja engkau tidak memaafkan Allah.
Maafkanlah setiap kesalahan...
Jadilah pemaaf kepada siapapun...
Jangan pernah untuk tidak memberi maaf pada manusia.
Sebab sama saja engkau tidak memaafkan Allah.
Langganan:
Postingan (Atom)
